💠 Mengenal shigoh mubalghoh dengan wazan فَعَّالٌ

*PENA FOKUS*🖊
(Forum Kajian Ilmu Hadits || STDIIS)

📚 Faidah _Lughowiyyah_ dalam Hadits 📚

💠 Mengenal shigoh mubalghoh dengan wazan فَعَّالٌ

✴ Shighoh mubalaghoh merupakan sifat dalam bahasa arab yang menunjukan penekanan dan tambahan. Penekanan tersebut berupa:

1⃣ Mensifati Banyaknya perbuatan yang dilakukan (kuantitas) dan ini yang paling banyak.

2⃣ Mensifati Besarnya kualitas perbuatan yang dilakukan.

3⃣ Atau mencakup dua nomor diatas sekaligus.

Misalnya كَاذِبً atau berdusta, shigoh mubalaghohnya كَذَّابٌ, jika kita mensifati seorang كَذَّابٌ  berarti yang disifati memiliki sifat  sering berdusta atau berdusta pada tempat yang tinggi dan mulia seperti Hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam walau hanya sekali.
Adapun dalam hadits Nabi, terdapat pula shigoh tersebut :

👉 Berdasarkan banyaknya perbuatan yang dilakukan. Dalam hadits yang diriwayatkan dalam sunan Ibnu Majah nomor 4251 :

قال النبي صلى الله عليه وسلم : "كُلُّ بَنِي آدَمَ *خَطَّاءٌ* وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ". (اخرجه ابن ماجه)

Kata " خَطَّاءٌ" merupakan shigoh mubalghoh dari خَطَأَ،خاطئٌ atau melakukan kesalahan, Nabi shallallahu alaihi wasallam mensifati manusia sebagai خَطَّاءٌ karena seringnya manusia dalam melakukan kesalahan

👉 Berdasarkan kualitas perbuatan yang dilakukan*
Dalam hadits mu'adz yang diriwayatkan dalam shahih Muslim nomor 465 , ketika beliau mengimami sholat isya' dengan surat yang panjang sehingga membuat makmum lari lalu nabi shallallahu alaihi wasallam menegurnya:

فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتُرِيدُ أَنْ تَكُونَ *فَتَّانًا* يَا مُعَاذُ إِذَا أَمَمْتَ النَّاسَ فَاقْرَأْ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا. وَسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى. وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ. وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى »(رواه مسلم)

Kata "فَتَّاناً" adalah shigoh mubalghoh dari، فتن atau "pembuat fitnah", penggunaan kata  "فَتَّاناً"  oleh nabi shallallahu alaihi wasallam bukan menggambarkan kuantitas (banyak) nya perbuatan tsb, melainkan karena besarnya akibat dari perbuatan shahabat mulia itu yaitu keengganan manusia untuk sholat di Masjid berjama'ah.

👉 mencakup banyak dan kualitas perbuatannya sekaligus. Dalam hadits tentang dajjal yang diriwayatkan dalam shahih muslim nomor 2946 :

قال النبي صلى الله عليه وسلم: " مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ". (رواه مسلم)

Kata "دَجَّالٌ" adalah shigoh mubalaghoh yang berarti pendusta, kata tersebut mencakup besarnya kedustaan yang dilakukan dajjal yaitu mengaku sebagai tuhan dan mencakup banyaknya dusta dan fitnah yang dilakukannya.

Semoga bermanfaat.

✍ Marwan Mas'ud
🔎 ustadz. Ahmad Huseini, Lc.
_

👍 Facebook fanpage :
http://facebook.com/FOKUS-STDIIS-635611489815770/

📷 Instagram :
https://www.instagram.com/fokus_stdiis/

✉ Channel Telegram
https://t.me/fokus_stdiis

Komentar

  1. Syukron akhi.
    jazakumullaah khoeron kastiro.
    mohon dilanjut ke pengertian kalimah2 huruf yg lainnya.

    wassalaamualaikum wr. wb.

    BalasHapus
  2. Kalau قَوَّامُوْنَ ?

    BalasHapus

Posting Komentar